Rekomendasi teman dapat membuka bacaan baru, tetapi kecocokan buku tetap perlu dilihat dari kebutuhan belajar kita. Judul yang menarik belum tentu menunjukkan tingkat pembahasan atau pengetahuan awal yang diperlukan.
Mulailah dari daftar isi dan pengantar. Perhatikan pertanyaan apa yang hendak dijawab, bagaimana bab disusun, dan apakah penulis menjelaskan pembaca yang dituju. Jika istilah awalnya belum dipahami, catat untuk ditanyakan, bukan langsung menganggap diri tidak mampu membaca.
Tanyakan alasan rekomendasinya
Pertanyaan “bagian mana yang membantumu?” biasanya lebih berguna daripada “buku ini bagus atau tidak?”. Teman mungkin menyukai bab tertentu untuk kebutuhan yang berbeda dari kebutuhan kita sekarang.
Bila ada kesempatan, baca beberapa halaman contoh secara sah atau lihat salinan perpustakaan. Periksa identitas penulis, penerbit, edisi, serta penerjemah jika ada. Untuk materi agama yang memerlukan penilaian keilmuan, mintalah arahan pengajar yang memahami latar belajar kita.
Contohnya, seseorang baru ingin memahami istilah dasar, sedangkan buku yang direkomendasikan langsung membahas perbedaan pendapat secara rinci. Solusinya mungkin mendahulukan bacaan pengantar, bukan menyalahkan buku atau pemberi rekomendasi.
Sesudah memilih, tentukan bagian awal yang realistis untuk dibaca dan satu tempat mencatat pertanyaan. Tidak perlu membeli banyak buku sekaligus agar terlihat sungguh-sungguh.
Rekomendasi menjadi bermanfaat ketika berubah menjadi langkah belajar yang dapat dijalankan. Memeriksa kecocokan sebelum membeli membantu buku benar-benar dibaca, bukan hanya menambah daftar rencana.
Ilustrasi dipilih dari koleksi gambar situs.

