Saat membaca buku agama atau menyimak kajian, kadang satu istilah membuat paragraf berikutnya terasa kabur. Kita bisa terus membaca, tetapi jangan buru-buru mengisi maknanya dengan tebakan. Sisihkan istilah tersebut sebagai pekerjaan kecil yang dapat ditelusuri setelah sesi selesai.
Simpan kalimat asalnya
Tuliskan istilah bersama satu kalimat tempat ia digunakan. Sertakan judul buku dan halaman, atau judul kajian serta penanda waktunya. Kata yang tampak sama dapat memerlukan penjelasan berbeda menurut pembahasan, sehingga daftar kata tanpa konteks sering kurang membantu.
Di bawahnya, tulis “dugaan saya” sebelum mencoba merumuskan pengertian. Label ini penting agar kesimpulan sementara tidak berubah menjadi definisi yang kita bagikan kepada orang lain.
Buat pertanyaan yang bisa dijawab
Alih-alih hanya bertanya “apa artinya?”, sebutkan bagian yang membingungkan. Apakah istilah itu merujuk sebuah tindakan, sifat, atau kelompok pembahasan? Apakah penulis sedang memberi definisi atau menggunakan contoh? Bawa kutipan secukupnya saat bertanya kepada pengajar yang kompeten.
Setelah mendapat penjelasan, tulis ulang dengan bahasa sendiri dan simpan rujukannya. Bila masih ada batas pemahaman, tandai bagian tersebut. Tujuan catatan bukan mengumpulkan banyak istilah, melainkan membantu kita membaca kembali sumber dengan lebih cermat dan mengetahui kapan perlu bertanya lagi.

