Dua kegiatan yang ingin diikuti berlangsung pada waktu yang sama. Kita perlu memilih, tetapi pilihan pribadi tidak harus dijelaskan dengan merendahkan kegiatan yang tidak dihadiri.
Periksa dulu apakah jadwalnya benar-benar bertabrakan dan apakah kita sudah memiliki tanggung jawab di salah satu kegiatan. Menjadi peserta biasa berbeda dari sudah berjanji membantu persiapan. Jika ada amanah yang tidak dapat dijalankan, kabarkan kepada orang yang mengandalkan kehadiran kita.
Kalimat sederhana sering cukup: “Saya sudah memiliki janji pada waktu itu, jadi belum bisa hadir.” Tidak perlu menyusun perbandingan tentang siapa yang lebih menarik atau menilai peserta kegiatan lain agar keputusan terasa sah.
Jangan menjanjikan dua kehadiran penuh
Jika ingin mengikuti sebagian sesi, tanyakan apakah pengaturannya memungkinkan. Perhitungkan perjalanan dan cara keluar masuk agar tidak mengganggu. Jangan menganggap semua kegiatan menerima peserta yang berpindah di tengah acara.
Sesudah memilih, cari cara mengejar materi yang tertinggal melalui catatan atau rekaman resmi bila tersedia. Hindari meminta teman meninggalkan perhatiannya sepanjang kajian hanya untuk mengirim kabar kepada kita.
Catat jadwal berikutnya agar benturan tidak berulang karena lupa. Bila dua kegiatan memang selalu berlangsung bersamaan, pertimbangkan kemampuan waktu sendiri daripada membuat janji yang terus harus dibatalkan.
Konsisten belajar tidak berarti hadir di setiap tempat. Ia juga tampak pada cara menjaga janji, menyampaikan keterbatasan, dan menghormati orang yang memilih kegiatan berbeda.
Visual pendamping berupa ilustrasi editorial.

